Luas hutan di Indonesia
mencapai 133 juta hektar yang menasbihkan Indonesia sebagai negara
dengan hutan tropis terluas ketiga di dunia setelah Brazil dan Zaire.
Namun sayangnya, menurut buku Rekor Dunia Guinness, Indonesia menjadi
negara dengan laju kerusakan hutan
tercepat di dunia. Akibat kerusakan hutan tersebut, dari 133 juta ha
luas hutan Indonesia, hanya 23 % saja yang masih berupa hutan primer dan
terbebas dari kerusakan. Kerusakan itu sebagian besar diakibatkan oleh
kegiatan industri (terutama kayu) dan pengalihan fungsi hutan menjadi
perkebunan melalui perambahan liar maupun pembakaran hutan (kebakaran hutan yang disengaja)
Deforestasi menyebabkan hilangnya ekosistem di dalamnya, termasuk spesies tumbuhan dan hewan langka. Padahal 80% keanekaragaman hayati terdapat di dalam hutan. Deforestasi juga menyebabkan berkurangnya kemampuan menyerap emisi karbon dunia yang tentunya berimbas pada meningkatnya ancaman pemanasan global.
Hutan pun menyediakan cadangan makanan
terbesar bagi manusia. Dengan rusaknya hutan, maka persediaan makanan
makhluk hidup di dunia pun semakin berkurang. Kerusakan hutan sebagai
bagian dari salah satu kerusakan lingkungan, sebagaimana diungkap World Risk Report 2012,
mempunyai korelasi terhadap risiko bencana. Semakin besar kerusakan
lingkungan yang terjadi risiko bencana pun semakin besar.
Mumpung Indonesia masih mempunyai hutan sehingga masih bisa ikut memperingati Hari Hutan Internasional, Mari tunjukkan kepada dunia bahwa pohon dan hutan harus tetap ada di Indonesia. Menanam pohon, menanam masa depan!
0 komentar:
Posting Komentar